Powered By Blogger

Kamis, 21 November 2013

3 ciri personal excellent

3 ciri personal excellent

1.best appeareance
  penampilan terbaik (Ahsanu Taqwim)
  dalilnya Al Qur'an Surat At Tin ayat 4. Mari sama-sama ditadaburi

2. best attitude
    akhlakkul karimah (Ahsanu Qaula)
     Dalilnya QS Fushilat 33

3. best achivement
     amal terbaik (Ahsanu amala)
      Dalilnya QS Al Mulk 2

 SEMOGA BERMANFAAT

Belajar Dari Filsafat Air, Api, Udara

Belajar Dari Filsafat Air, Api, Udara

Oleh: Cipto Heru Prasetya,SE

1.Filsafat Air
    a. Mencari tempat yang paling rendah
        hal ini mengajarkan kita untuk selalu tawadhu'
    b. Kalau dihambat akan semakin kuat
         hal ini mengajarkan kita ketika kita ditimpa masalah kita akan selalu kuat dan mempunyai ketahanan              yang luar biasa
2. Filsafat Api
    a. Selalu naik ke atas
         selalu ingin menjadi pimpinan
    b. Semakin dikipas semakin membesar
         semakin dipuji semakin sombong
3. Filsafat Udara
     semakin ke atas kerapatan semakin berkurang
     semakin tinggi seseorang seharusnya semakin merasa kurang dihadapan Allah

Rabu, 20 November 2013

Empat Tipe Manusia di Masyarakat

Empat Tipe Manusia di Masyarakat

Oleh: Cipto Heru Pasetya


Allah SWT menciptakan manusia dan memberinya peran yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Semua peran tersebut merupakan pilihan manusia dalam qadar Allah.Setiap manusia bebas memilih dan menentukan perannya, namun masing-masing terbatas dengan berbagai kondisi dan ketentuan yang melingkupi dirinya sendiri. Di dalam kehidupan masyarakat, ditinjau dari peranan dan sifatnya, pribadi manusia paling tidak dapat dikategorikan menjadi empat tipe/kelompok:
Pertama, Tipe Orang-Orang Saleh (Shalihun).
 Mereka ini rajin beribadah dengan mendirikan shalat, zakat, puasa, haji dan ibadah sunah lainnya. Mereka memperoleh kebaikan yang agung dan berkah dunia-akhirat atas apa yang mereka lakukan.

Akan tetapi orang-orang di sekitar mereka, termasuk para pendosa dan ahli maksiat tidak mendapatkan manfaat dan tuntunan langsung dari orang-orang yang saleh secara pribadi ini karena kebaikan mereka hanya terbatas bagi dirinya sendiri. Allah SWT berfirman,
 "Dan kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian." (QS. Al-A'raf: 168).

Kedua, Tipe Orang-Orang Yang Membangun Agama (Muslihun).
 Mereka ini adalah kelompok orang saleh yang tergerak hatinya untuk menegakkan agama Allah dengan memperbaiki lingkungan sekitar dan orang lain di luar dirinya agar mereka berada dalam ketaatan kepada-Nya.

Mereka ini memperoleh tempat mulia di sisi-Nya dengan berbagai daya dan upaya serta dakwah yang dilakukannya. Para pendosa dan ahli maksiyat memperoleh manfaat dari kelompok ini sehingga mereka mengetahui jalan untuk bertobat, petunjuk guna memperbaiki diri dan jalan terang menuju Allah SWT.

Sedangkan orang-orang mukmin di sekitarnya juga mendapatkan manfaat dari kelompok ini karena keimanan mereka bertambah dan dapat mengupayakan diri menjadi orang yang lebih bertakwa dan mendapat tambahan petunjuk-NYA
"Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS. Huud: 117).


Ketiga, Tipe Orang-Orang Yang Rusak Dan Ahli Maksiyat (Fasidun).
Mereka ini gemar melampaui batasan dan larangan Allah, meninggalkan kewajiban dan perintah Allah serta tidak dapat mencegah perbuatan yang melanggar agama. Jika kelompok ini berkehendak untuk bertaubat meninggalkan semua kemaksiatan, maka mereka akan dekat kembali kepada kebaikan dan ampunan dari Allah SWT.

Keempat, Tipe Perusak (Mufsidun).
Mereka ini tipe yang paling berbahaya dalam masyarakat. Mereka bukan hanya rusak secara moral, melainkan juga senantiasa berbuat kerusakan di muka bumi untuk kepentingan diri dan kelompoknya.  Mereka juga menyebabkan orang lain melakukan kemaksiatan dan dalam perangkap setan serta bahagia jika kemungkaran tersebar dalam kehidupan masyarakat.

Dari keempat tipe tersebut, tipe orang yang membangun merupakan tipe terbaik dan tipe perusak merupakan tipe terburuk. Kedua tipe itulah yang saling berhadapan di dalam realitas kehidupan dan di situlah peran para penyeru Allah dan tugas mereka untuk memperbaiki kualitas kehidupan. Wallahua'lam.


Sumber: Republika

Jumat, 13 September 2013

AQL Islamic Center – Jodoh itu urusan Allah. Karena ia urusan Allah, jodoh laiknya rezeki yang keberadaannya harus kita jemput. Sayangnya, banyak dari kita yang melakukan cara-cara “sesat” dalam pencarian, penantian dan penjemputan jodohnya. Banyak yang tidak sadar bahwa ia belum jua menikah karena “kesalahannya” sendiri. Banyak hal yang ternyata belum ‘selesai’ dalam dirinya, yang membuat seseorang belum jua Allah katakan layak untuk mendapatkan jodoh dan segera menikah.
Untuk menikah dan bertemu jodoh, kita memang perlu merayu Allah. Proses merayu Allah ini ternyata tak sembarangan. Karena pernikahan sendiri adalah ibadah, ikhtiar yang dilakukan juga bukan ikhtiar biasa namun ikhtiar yang luar biasa. Kami menyebutnya “Cara Benar Cari Jodoh”.
1. Cleansing
Cleansing seperti proses bersuci , ibaratnya kita telah terkena najis, kemudian akan ibadah shalat. Allah perintahkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Maka, suatu keharusan bila akan menikah, kita juga harus “bersuci” terlebih dahulu dari segala dosa yang pernah kita lakukan di masa-masa lalu. Dosa-dosa yang secara tidak sadar belum kita maafkan yang ternyata itu akan menghambat pertemuan dengan jodoh kita. Proses cleansing ini memang berfokus pada kita dan Allah saja, namun bersuci terhadap dosa di masa lalunya akan melibatkan orang lain.
2. Upgrading
Upgrading itu laiknya pemenuhan pembekalan diri untuk menjalani pernikahan nantinya. Upgrading meliputi pemantasan diri kita terhadap Allah agar layak disandingkan dengan kodoh nantinya. Sudahkah memiliki perbekalan ilmu nikah yang cukup? Sudahkah memiliki skill mengarungi pernikahan yang mumpuni dan sudahkah memiliki kesiapan hati untuk masuk gerbang kehidupan yang baru itu? Maka, upgrading sebaik-baiknya, tak pernah lelah untuk terus belajar dan memperbaiki diri, itulah yang akan membuat Anda semakin Allah dekatkan dengan jodoh Anda.
3. Selecting
Selecting ini tahap bagaimana sebenarnya kita memilih dan menentukan siapa yang akan menjadi pasangan sejati untuk diri kita. Bukan sekadar “asal pilih”, “asal ada”, ataupun “asal cinta”. Karena tentunya pasangan yang kita pilih untuk menikah dengan kita adalah ia yang akan menjalani kehidupan seumur hidup dengan kita.
(dikutip dari buku “Jodoh Dunia Akhirat” yang ditulis oleh Ikhsanun Kamil dan Foezi Citra Cuaca)
Jadi, bagi Anda yang masih menanti, sudah siapkah untuk cleansing, upgrading dan selecting?